Cilegon Smart City

Klik

Infokes Mobile Apps

Klik

e-Puskesmas

Klik

e-Farmasi

Klik

Panggilan Darurat 119

Klik

Kegiatan Pengawasan Obat Makanan dan Minuman yang dilaksanakan pada hari Selasa, 09 Oktober 2018 di Aula Dinas Kesehatan Kota Cilegon yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Kepala Seksi Kefarmasian, Alkes & PKRT dan Seluruh Panitia Pelaksana serta para peserta pelatihan IRTP (Industri Rumah Tangga Pangan).


Pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia, tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).


Sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 111 ayat (1) menyatakan bahwa makanan dan minuman yang digunakan masyarakat harus didasarkan pada Standar dan atau Persyaratan Kesehatan.



PIRT1


Terkait hal tersebut diatas, UU tersebut mengamanahkan bahwa makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentuan standar, persyaratan kesehatan dan atau membahayakan kesehatan dilarang untuk diedarkan dan harus ditarik dari peredaran, bila perlu dicabut izin edar dan disita untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dr. Arriadna


Penyakit yang timbul karena pangan yang tercemar telah menjadi masalah yang serius dimasyarakat. Dan perlu penanganan bersama baik oleh pemerintah, produsen dan konsumen. Produsen pangan bertanggung jawab mengendalikan keamanan pangan yang dihasilkannya, konsumen bertanggung jawab untuk memantau keamanan pangan yang ada disekitarnya sedangkan pemerintah bertanggung jawab mengatur dan mengawasi keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Imbuh beliau di akhir sambutannnya.


PIRT2


Cara Reproduksi pangan yang baik untuk industri Rumah Tangga yaitu suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar aman, bermutu dan layak untuk dikonsumsi. Pada acara ini juga dijelaskan secara detail tentang penanganan pangan mulai dari proses pembelian sampai siap disajikan/dikemas (Form Farm to Table), sehingga produk pangan yang dihasilkan bebas dari cemaran fisik (rambut, isi staples)_red yang sering ditemukan pada kemasan, cemaran kimia (pestisida), dan bahan berbahaya lainnya yang akan berdampak buruk bagi konsumen. Dengan demikian aspek keamanan pangan bisa terpenuhi. Ungkap ketua pelaksana kegiatan drg. Ninik Hasrini, M.Kes


Selanjutnya, beliau juga menginformasikan karena semakin maraknya pangan yang menggunakan bahan tambahan pangan, jangan sampai melebihi batas maksimal yang telah ditentukan dalam hal penggunaanya. Bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan kedalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Jenis bahan tambahan pangan tertuang dalam permenkes RI No.033 Tahun 2012.


Adapun yang termasuk dalam bahan tambahan pangan yang paling sering digunakan antara lain: pengawet, pemanis, pewarna dan lain sebagainya. Adapun contoh bahan berbahaya yang paling sering digunakan antara lain Formalin (Pengawet Mayat/Desinfektan), Borax (Bahan Pembuat Detergent), Methanil Yellow dan Rhodamin B (Pewarna Tekstil).


PIRT3


PIRT4


 

Sosial Media

Hubungi Kami

DINAS KESEHATAN KOTA CILEGON

Telp / Fax : +62254374762

E-mail: dinkes@mail.cilegon.go.id
Website: http://dinkes.cilegon.go.id