Cilegon Smart City

Klik

Infokes Mobile Apps

Klik

e-Puskesmas

Klik

e-Farmasi

Klik

Panggilan Darurat 119

Klik

Remaja Putri (Rematri) rentan mengalami kurang gizi pada periode puncak tumbuh kembangnya, kurang zat besi lain yang penting untuk tumbuh kembang menyebabkan remaja putri mengalami anemia dan sering sakit-sakitan oleh sebab itu diperlukan upaya peningkatan status gizinya. Untuk memenuhi cakupan gizi anak usia sekolah khususnya remaja putri perlu diberikan suplementasi gizi. Menurut Permenkes RI Nomor 51 Tahun 2016 tentang produk suplementasi gizi pasal 1 suplementasi gizi untuk wanita usia subur termasuk remaja putri yaitu Tablet Tambah Darah (TTD). Dan hal ini juga diatur dalam surat edaran Kemenkes Nomor HK.03.03/V/0595/2016 tentang pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur. Untuk mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya penanggulangan masalah anemia remaja ini, maka dilaksanakan kegiatan orientasi segani (selasa cegah anemia) pada guru UKS dalam rangka on the job training program gizi.


Anemia (dalam bahasa Yunani: ?ναιμ?α anaimia, artinya kekurangan darah, from ?ν- an-, "tidak ada" + α?μα haima, "darah" ) adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal.


segani


Oleh karena itu rencana aksi yang akan dilakukan Tahun 2019 adalah : Pembentukan Kader Gizi, Lanjutan Orientasi Guru UKS, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Ungkap dr. H. Hana Johan Sastradijaya, MARS Sekretaris  Dinas Kesehatan Kota Cilegon


Pertemuan pada hari ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam menangani masalah gizi pada remaja putri khususnya masalah anemia gizi besi. Orientasi segani (selasa cegah anemia) dilakukan karena Perempuan membutuhkan asupan gizi yang meningkat dibandingkan dengan laki-laki. Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) mengatakan bahwa kebutuhan zat besi remaja perempuan usia 13-29 tahun adalah 26 mg, angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan laki-laki seusianya.


Mengapa? Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan. Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia.


Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia pada remaja adalah:



  • Pertumbuhan yang cepat

  • Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C

  • Melakukan diet vegan

  • Melakukan diet yang membatasi asupan kalori

  • Sering melewatkan waktu makan

  • Suka melakukan olahraga yang berat



  • Kehilangan banyak darah saat menstruasi


Apa dampak anemia pada remaja perempuan?


Dampak dari anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya.  Anemia pada remaja perempuan dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.


Dampak dari anemia adalah:



  • Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan

  • Kelelahan

  • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun

  • Menurunkan fungsi dan daya tahan tubuh

  • Lebih rentan terhadap keracunan

  • Terganggunya fungsi kognitif


Kekurangan zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah.


segani


Oleh karena itu, remaja perempuan disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi sebelum hamil. Suplemen zat besi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang makin tinggi saat kehamilan. Ungkap Lia Pursitawati, SP Narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon


segani


Bagaimana cara mencegah anemia?


Anemia dapat disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia, disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dengan cara makan makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Jadi, jika sedang melakukan diet, sebaiknya tetap perhatikan kebutuhan gizi. Ungkap dr. Pebriant Damayanti Narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon


Bisa memulainya dari sarapan yang mengandung makanan sumber zat besi, seperti sereal yang difortifikasi besi, roti, atau sayuran berdaun hijau. Penting untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Lengkapi menu dengan makanan sumber protein, seperti daging merah, telur, kacang, yang juga kaya akan zat besi.


Disarankan untuk memakan makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan sumber zat besi agar tubuh dapat menyerap zat besi secara optimal. Hindari konsumsi teh bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi, karena kandungan tanin dalam teh dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi. Juga, dengan susu, karena susu juga dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.


Bagi yang sedang persiapan untuk hamil, mngkin mengonsumsi suplemen zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia saat kehamilan. Sebaiknya segera tangani jika mempunyai tanda-tanda anemia, seperti lemah, letih, lesu, kulit pucat, dan lainnya. Anemia merupakan penyakit yang mudah untuk diobati jika segera memenuhi kebutuhan zat besi.


segani

Sosial Media

Hubungi Kami

DINAS KESEHATAN KOTA CILEGON

Telp / Fax : +62254374762

E-mail: dinkes@mail.cilegon.go.id
Website: http://dinkes.cilegon.go.id